Senin, 18 Desember 2017

3 Target keberhasilan pembinaan Untuk anak-anak TPA LDII.


Lembagah Dakwah Islam Indonesia atau lebih sering disebut LDII memiliki 3 Target keberhasilan pembinaan Untuk anak-anak TPA LDII. Ketiga target tersebut meliputi kealiman/faqih nya anak, akhlakul kharimahnya, dan kemandirian.

Lembaga Dakwah Islam Indonesia atau LDII pimpinan anak cabang (PA) mengadakan Tidur bersama secara rutin ketika menggelar pengajian tingkat usia dini dan sekolah dasar (SD) sebanyak 5 kali dalam seminggu.

Pengajian tersebut dipusatkan di Taman Pengajian Al-Qur'an (TPA) Al-Amin , Masjid Al-Barokah, Jalan Monumen Emi Saelan Lr.1 No.69, kelompok tidung, kecamatan Rappocini kota Makasar. Dalam pengajian tersebut tampak belasan anak-anak sedang antusias Mempelajari dan berusaha memahami Ilmu agama yang diberikan Oleh pengajar.

Beragam materi menjadi Bahan kurikulum. Mulai dari Bacaan Al-Qur'an dengan metode tilawati, Praktek Sholat, Praktek Bersesuci, do'a-do'a  harian, materi tentang akhlakul karimah, tulis menulis Arab melayu atau biasa disebut dengan pegon., hafalan Al-Qur'an Dan lain-lainnya.

Dengan memiliki 3 target keberhasilan pembinaan generasi bangsa LDii bisa membimbing anak-anak dengan baik dan menuju kebenaran. Dilingkungan LDII, 3 target tersebut dikenal dengan istilah "Tri Sukses Generasi Penerus" yang mana ketiganya meliputi ilmu agama, aklakulkharimah dan kemandirian.

Ketika Pengajian dilaksanakan para Ustad dan ustadzah memberikan ilmu agama dengan detail dan rinci juga mudah dimengerti oleh anak-anak. Dan kadang di sela pengajian Ustad/Ustadzah yang mengajar akan menyelingi dengan permainan yang seru sehingga anak-anak tidak ada yang bosan untuk datang ke pengajian tersebut.

Saat salah satu Ustad mengajarkan tentang kesucian sang Ustad mengajak para santrinya untuk memperhatikan kesucian diri dan pakaian yang digunakan saat beribadah. Karena jika memakai pakaian yang terkena najis saat sholat maka sholatnya tidak diterima dan akan menjadi siksa kubur. " Pakaian yang terkena najis tidak boleh digunakan untuk ibadah atau sholat" ujar Ustadz yang mengajar saat itu.

Selain itu anak-anak yang menggunakan dan terus mengikuti 3 target ini di do'akan agar berhasil menggapai keberhasilan dunia dan akhirat.

Minggu, 17 Desember 2017

Cara Berpakaian Perempuan LDII

Sebagian besar wanita di tanah air kita yaitu Indonesia, masih banyak yang tidak menggunakan kerudung dan kuharap bukan tidak, tapi belum menggunakan kerudung. Aku mulai merasa kasihan kepada para wanita yang mengaku islam tapi mengikuti gaya berpakaian orang barat yang semua bajunya kurang bahan bahkan dan sangat terbuka.

Aku kagum kepada perempuan LDII yang menggunakan baju serba tertutup dan kelebihan bahan sesuai dengan apa yang diterangkan dalam Al-Qur'an. Cara Berpakaian Perempuan LDII sangat sesuai dan pas dengan yang dijelaskan dalam Al-Qur'an dan Al-Hadist.

Pakaian mereka besar tidak menunjukkan bentuk tubuhjuga tidak transparan sehingga tidak terlihat tubuh mereka. Pakaian mereka juga panjang hingga menutupi mata kaki bahkan sampai menyapu jalan, maksudnya nglembreh menyentuh tanah.semua aurot mereka tertutup dengan kain yang mereka gunakan.

Hijab/kerudung/jilbab mereka juga panjang dan besar juga dengan kain yang tebal, sehingga tidak terlihat aurot mereka. Selain itu beberapa diantara mereka juga ada yang menggunakan kaus kaki untuk menutupi kaki ketika sedang duduk dan dekeruntuk menutupi pergelangan tangan mereka.

Sebelum itu, apa kalian tau apa saja aurot perempuan? bagi kalian yang tinggal di pondok pasti tau jika tidak berarti kalian tidak mendengarkan saat ada ceramah, kelas dan pengajian. Dan jika seperti itu kalian mondok juga percuma.

Aurot perempuan itu seluruh tubuh mereka, kecuali wajah dan telapak tangan. Yang kebanyakan di jelaskan di surat al-ahzab dan an-nur. Kalian harus menutupi aurot kalian dengan sungguh - sungguh. bukan karena model, bukan karena fasion kalian boleh mengumbar rahasia kalian.

Membuka, memperlihatkan, dan menyebarkan aurot kalian itu bukanlah larangan dari manusia, bukan larangan dari nabi Muhammad,bukan larangan dari malaikat, bukan larangan para ulama', bukan juga larangan para ustad / ustadzah, tapi menutup aurot adalah larangan langsung dari Allah S.W.T, larangan langsung dari tuhan yang maha agung, Allah yang memiliki 99 nama yang baik, Allah yang kita sembah, peraturan dari Satu - satunya tuhan yang WAJIB di sembah. Karena itu kita semua, Kalian para wanita Islam, kalian WAJIB menutupi dan merahasiakan rahasia kalian. Merahasiakan Aurot kalian. 

Semua laki - laki di dunia diharamkan untuk melihat aurotnya perempuan, kecuali suaminya perempuan, bapaknya permpuan, mertuanya perempuan, anak laki - lakinya perempuan, kakak laki - lakinya perempuan, anak laki- laki dari kakak perempuan nya perempuan (keponakan), anak laki-lakinya kakak laki-lakinya perempuan (keponakan), kakak laki-laki nya bapaknya perempuan (pakde), kakak laki-lakinya ibunya perempuan (pakde), adik laki-lakinya bapaknya perempuan (om/paman), adik laki,lakinya ibunya perempuan (om/paman). Untuk lebih jelasnya kalian bisa lihat di surat an-nur ayat 31.

Catatan : Selain suami tidak boleh diperlihatkan semua aurotnya, bolehnya hanya sebatas rambut, tangan dan kaki.

Hukum bagi suami itu dikususkan, jadi kalian jangan pernah keluar kamar mandi hanya dengan ditutupi handuk, ketika dirumah sendiri apalagi ketika di rumah teman. Dan jika keluar kamar jangan hanya menggunakan baju pendek dan celana pendek ketat saja, kalau di rumah hanya ada suami tidah masalah, lah kalau dirumah ada om dan pakde kalian juga, itu baru akan ada masalah. minimal kalau keluar kamar pakai celana panjang dan baju pendek tapi tidak ketat.

Bagi Wanita Islam LDII aurot merupakan rahasia kehidupan mereka, bukan hanya sekedar kata- kata. Para perempuan LDII semuanya bisa menutupi aurot mereka dengan baik, tidak ada wanita LDII yang mengumbar aurot mereka kepada yang bukan makhromnya. 

Macam-macam najis dan cara mensucikannya

Setiap menjalankan Ibadah kita harus suci dan bersih, baik jasmani maupun rohani, karena suci dan bersih merupakan syarat sahnya ibadah. Untuk kesucian rohani Kita harus mengucapkan 2 kalimat syahadat terlebih dahulu. Sedangkan untuk jasmani kita harus bersih dari kotoran dan najis, baik badan maupun pakaian yang dipakai. Dan untuk membersihkan najis kita perlu bersuci.

Allah berfirman : "Dan pakaian mu bersihkanlah"(QS:Al-mudatsir:4). " Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri." (QS:Al-baqoroh:222). "Dialam masjid ada orang-orang yang bertaubat dan membersihkan diri, sesungguhnya Allah suka kepada orang-orang yang selalu membersihkan diri" (QS:At-Taubat:108).

Sering kali kita tidak sadar akan keberadaaan najis tersebut, kita tentunya tidak mau kalau ibadah kita dianggap tidak sah hanya karena najis yang melekat pada badan atau pakaian kita.

Berikut Macam-macam najis dan cara mensucikannya :

  1. Najis Mukhaffafah (Najis Ringan) -> Berupa air seni atau air kencing bayi laki-laki yang belum memakan apapun dan belum berumur 2 tahun. Cara mensucikan nya Dengan memercikkan air bersih pada yang bagian yang terkena najis.
  2. Najis Mutawassithah (Najis Biasa/Sedang) -> Berupa segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur manusia maupun binatang, Bangkai (Kecuali ikan dan belalang), dan hewan yang diharamkan, dll.  Cara mensucikannya dibasuh dengan air bersih hingga suci.
  3. Najis Mughallazhah (Najis Besar) ->  Berupa air liur anjing, dan segala sesuatu yang menyangkut tentang hewan yang haram. Cara mensucikannya dengan mensucikan dengan 7 kali siraman air yang diselingi dengan usapan tanah.
  4. Najis Ma'fu -> Najis ini tidak wajib dibersihkan/disucikan karena sulit dibedakan mana yang kena najis dan yang tidak kena najis. Contohnya berupa Percikan darah atau nanah, debu, air kotor, yang tidak sengaja / susah dihindari. Jika ada makanan yang kemasukan bangkai binatang sebaiknya jangan dimakan kecuali makanan kering karena cukup dibuang bagian yang kena bangkainya saja.
"Sesungguhnya Allah Maha Indah mencintai keindahan, Allah maha baik menyukai kebaikan, Allah Maha Bersih mencintai kebersihan, karena itu bersihkanlah teras rumah kalian dan kalian janganlah seperti orang yahudi" (HR. Tirmidzi)

Cara berpakaian orang LDII


Saat ini bangsa kita sedang mengalami berbagai persoalan. mulai dari persoalan agama, lingkungan, pendidikan, dan kesehatan. karna masalah ini krusial maka harus ada solusi cerdas dalam penanganan nya agar tidak berlarut-larut.

Lembaga Dakwah Islam Indonesia atau yang lebih dikenal dengan LDII sebagai ormas dakwah sedari dulu mencermati persoalan yang terjadi dimasyarakat. LDII telah mengambil langkah cepat dan tepat untuk mengatasi berbagai problematika bangsa. Yaitu: dengan Cara berpakaian orang LDII, antara lain,,


LDII Populerkan Hijab


Dewasa ini, para wanita mulai banyak yang menggunakan hijab. Mereka menggunakannya dalam konteks formal maupun non formal. Dalam konteks formal, wanita berhijab saat berkantor, berkuliah hingga bersekolah.

Dalam dunia informal misalnya wanita memakai jilbab saat menghadiri pesta pernikahan, arisan, undangan, perjamuan dan lain-lain. Ini artinya, jilbab telah menjadi budaya baru ditengah-tengah masyarakat. Kini wanita berhijab tak lagi dipandang sebelah mata. meskipun sebenarnya, jika merujuk pada Al-Qur'an dan Al-Hadist jilbab adalh bagian dari hukum islam sejak Nabi Muhammad dikokohkan sebagai Nabi akhir Zaman atau Nabi terakhir.

Tapi tahukah kalian, bahwa di Indonesia dulu wanita yang berjilbab diangga asing. Wanita yang menutup kepalanya di olok-olok setengah mati. Dulu para wanita pol-polan nya hanya menggunakan 'jilbab unyil' yang merupakan jilbab yang hanya menutupi rambut kepala, tidak menutupi telinga, leher dan dada. Kebanyakan wanita yang mengaku islam malah membiarkan aurotnya dilihat oleh orang yang bukan mahkromnya.

Padahal berhijab adalah perintah langsung dari Allah SWT, Tuhan pencipta langit bumi dan seisinya. Adapun jilbab yang sesuai syariat adalah jilbab yang menutupi rambut, leher, dan dada. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat An-nur ayat 31.

Seorang wanita yang mengaku beriman kepada Allah dan Rasulnya mau takmau harus menutupi aurotnya. Melepas jilbab tidak bisa hanya karena kepanasan atau tuntutan dari pekerjaan. Artinya, mengenakan jilbab adalh sebuah keharusan bagi wanita yang mengaku beriman.jika tidak tentu keimanannya masih dipertanyakan.

Yang menjadi kabar gembira sekarang adalah, sekarang sudah banyak wanita yang sadar dan mulai menggunakan hijab. Namun, perlu terus dibimbing karena jumlah wanita yang berhijab tidak sebanding dengan orang yang tidak berhijab.

banyak wanita yang menutup kepalanya tetapi belum sesuai dengan syariat islam. Hijab yang mereka gunakan hanya sekedar menutup kepala. Contohnya, berjilbab tapi jilbabnya kecil dadanya masih terlihat, atau kain jilbabnya tipis bahkan transparan sehingga rambut, telinga dan dadanya masih terlihat.

Sehingga jilbab hanya dianggap sebagai trend fasion tahunan saja. Jilbab bukan untuk menutup aurot, tetapi hanya sebatas 'membungkus' aurot. Beginilah yang saya lihat dari masyarakat.

Lalu untuk apa berhijab jika tidak sesuai aturannya?bukankah sama saja dengan tidak menggunakan hijab? dulu Orang-orang menghujat dan memfitnah orang yang berhijab. Tapi sekarang sudah berbalik, sekarang banyak yang sudah menggunakan hijab.

Kamis, 23 November 2017

Cara sholat warga LDII ketika minta hujan saat kekeringan

Sholat Minta Hujan

Ketika mengalami kekeringan,hujan lama tidak turun dan menjadi ancaman hari packlik, maka qoum muslim dianjurkan untuk melaksanakan sholat dan berdoa minta hujan. Berikut ini Cara sholat warga LDII ketika minta hujan saat kekeringan yaitu,
  1. Sholat dua rokaat dan berdoa untuk minta hujan.
  2. Berdo'a minta hujan ketika sholat jum'at.

DalamHadist Abu Dawud No 1173 Kitabussholah menjabarkan tentang tata cara Sholat minta hujan/istiqo' seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

  1. Menyiapkan minbar ditanah lapang
  2. Khutbah di minbar
  3. Memuji dan menyanjung Allah dengan rendah hati dan penuh harap
  4. Berdo'a dengan mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi 
  5. Memindah posisi selendang dari kanan ke kiri (tidak wajib)
  6. Sholat 2 rokaat dengan menggeraskan bacaan
 Paman Abad bin Tamim mangisahkan "sesungguhnya nabi Muhammad SAW keluar rumah bersama manusia untuk minta hujan, maka beliau sholat 2 rokaatbersama mereka dengan mengeraskan bacaan, memindahkan selendangnya, dan mengangkat kedua tangannya lalu berdoa dan meminta hujan dengan menghadap qiblat."

Do'a Istisqo' dalam khutbah jum'atan

 Dalam Hadist Shohih Bukhori No. 1013, Anas bin Malik menceritakan, seorang laki-laki masuk masjid pada hari jum'at dari pintu lurusnya minbar,sedangkan nabi sedang khutbah dengan berdiri. Rajul berkata "Wahai Rasulullah ternak kami rusak (mati) dan jalan-jalan banyak yang retak, Maka berdo'alah enggkau nabi pada Allah untuk meminta hujan".  Lalu Nabi Muhammad SAW langsung mengangkat kedua tangan nya dan berdo'a "ya Allah hujanilah kami, ya Allah hujanilah kami, ya Allah hujanilah kami".
Anas berkata "Demi Allah aku tidak melihat awan di langit, tidak ada awan dan tidak ada sesuatupun. Tidak ada dari kami yang melihat awan dari mendung di balik  bukit dan diantara rumah dalam perkampungan. Tiba-tiba muncul mendung dari belakang gunung seperti perisai, lalu
seketika itu mendung bergerak ketengah dan menyebar kemudian turun hujan. Demi Allah aku tidak melihat matahari selama 6 hari. Kemudian rajul itu masuk lagi pada pintu yang sama pada hari jumat berikutnya, ketika itu nabi sedang berkhutbah  dengan berditi menghadap rojul.
Rojul itu berkata "wahai nabi, hartakami banyak yang rusak dan jalan-jalan banyak yang rusak, maka berdo'alah engkau kepada Allahagar menghentikan hujan."
Maka Nabi Muhammad SAW mengangkat tangan nya dan berdo'a "ya Allah hujanilah kanan-kiri kami, bukit-bukit, gunung,gunung, rerumputan dan semak belukar, hutan serta tumbuh-tumbuhan, tidak di atas kami."
 Maka hujan pun menjadi reda dan menghilang.

Begitulah Cara sholat warga LDII ketika minta hujan saat kekeringan yang kami ketahui.Mereka selalu melakukan ibadah berdasarkan ilmu yang berasal dari Al-Qur'an dan Al-Hadist yang dikaji secara mankul, musnad dan mutashil.

Rabu, 22 November 2017

LDII menghormati Guru


Sebagai Orang Islam yang mencari Ilmu Agama, pasti mempunyai seorang guru. Guru juga merupakan aspek besar dalam penyebaran Ilmu.Apa kalian tau, guru yang mengajarkan kalian membaca iqra' maupun para ulama' besar, mereka semua itu ada di pesan Rasul SAW. Beliau bersabdah dalam HR.Ahmad, yang artinya "Tidak termasuk golongan kami (orang islam) yang tidak menghormati orang yang lebih tuadanmenyayangi orang yang lebih muda serta yang tidak mengerti hak ulama" Warga LDII menghormati guru merupakan keharusan setiap hari karena setiap hari mereka selalu mengikuti/ mengadakan pengajian

Terkandung Dalam sabdah Beliau, bahwa mereka para ulama' harus diperlakukan sesuai dengan haknya.Akhlak dan Adab yang baik kepada guru pengajian merupakanKwajiban yang tidak boleh dilupakan bagi seorang murid.

Adab yang baik kepada seorang guru.

Menghormati guru 

"Saat kami sedang duduk-duduk di masjid, maka keluarlah Rosulullah SAW kemudian duduk dihadapan kami. Maka Seakan-akan (sehingga) diatas kepala kami ada seekor burung, tak satupun dari kami yang berbicara (berisik dan bergerak)" HR. Al-Bukhori

 Memperhatikan Adab-adab ketika berada di depan guru (menjaga kelakuan)

  1. Adab Duduk, Ketika mengaji usahakan lah duduk dekat dengan Gurunya, dan duduk dengan tenang memperhatikan.
  2. Adab Bericara, Kalau berbicara dengan Guru, kalian harus sopan dan lemah lembut suaranya. Tidak teriak-teriak.
  3. Adab Bertanya, Jika ingin bertanya usahakanlah untuk mengangkat tangan terlebih dahulu. jangan saurmanuk
  4. Adab dalam mendengarkan Pelajaran, Ketika gurusudah memulai pengjian kalian supaya diam dan tenag untuk memperhatikan. Jangan sampai ketika mengaji seperti ada dalam pasar, karena sangking ramainya.

Mendoakan Guru.

Do'akanlah gurumu agar tetap sehat.

Memperhatikan adb-adab dalam menyikapi kesalahan guru.

Nabi bersabdah dari HR. Ahmad, yang artinya "Setiap anak Adam pastiberbuat kesalahn, dan yang terbaik dari mereka adalh yang suka bertaubat"
Para guru bukanlah malaikat, mereka juga Manusia yang berarti juga membuat kesalaha, dan kalian jangan mencari kesalahan orang, ingatlah firman Allah SWT dalam QS. Al-Hujurat ayat 12, yang artinya, "Dan janganlah mencari-cari keburukan orang lain diantara kalian yang suka memakan daging saudaranya sendiri yang sudah mati? maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya."

Meneladani penerapan ilmu dan akhlaknya

Merupakan suatu keharusan seorang penuntut ilmu mengambil ilmu dan mengikuti akhlak gurunya. 

Sabar ketika bersamanya

Selasa, 21 November 2017

Ajaran di LDII


Para pemimpin LDII dalam memimpin warganya memiliki cara yang efisien dan sangat bermanfaat antaralain dengan mendidik anak-anak menggunakan lagu yang baik yang enak didengar dan juga mudah dipahami. Isi lagu ini juga sangat baik, mengandung kata - kata untuk mengajak kearah kebaikan. Mereka para pemimpin LDII lah yang menentukan ajaran di LDII

Lagu untuk anak caberawit ini di beri judul "Mars Caberawit" Dengan isi lagu yang baik, membuat anak - anak berjalan kearah yang positif dan tidak kearah yang negatif
Lirik lagu "Mars Caberawit"

Dengan Lirik yang benar - benar mengarahkan pada hal yang positif seperti itu, Warga LDII selalu memutarkan lagu tersebut ketika caberawitnya sedang ada kegiatan diluar ruangan.

Lirik lagu yang mengajak pada kebaikan ini benar - benar bisa memotifasi banyak anak dan jika kalian ada di suatu komplek Warga LDII, dan kalian menanyakan tentang lagu ini, mereka akan menjawabnya dengan senang hati. Dan jika kalian singgah sebentar, kemungkinan besar kalian bisa menemukan atau mendengar anak kecil maupun remaja dan orang dewasa menggumamkan lagu ini. Tapi itu juga hanya kemungkinan, karena di komplek besar LDII sekarag sudah dilarang untuk memutar lagu.

Selain itu warga LDII di haruskan shodaqoh sesuai dengan yang di perintahkan oleh Allah SWT
  1. Zakat. Kewajiban Zakat ini berdasarkan firman Allah dalam Al-quran di surat al-baqoroh  ayat 43, yang arti isinya Tegakkanlah Sholat dan bayarlah zakat dan rukuklah berserta orang- orang yang rukuk (sholat berjama'ah)
  2.  Infaq, atau sering disebut Infaq fii sabilillah merupakan salah satu bentuk shodakoh spesifik dalam islam. Berbeda dengan Zakat yang terbatas pada jenis harta tertentu dan dibayarkan sekali dalam setahun. Berdasarkan Firman Allah dalam surat Al-Munafiqun ayat 10 yang arti isinya Dan infaqanlah sebagian dari apa- apa yang telah Aku Allah berikan sebagai rizqi kepada kalian sebelum jika datang salah satu dari kalian kematian maka mereka berkata"ya Tuhanku seandainya engkau beri kesempatan sedikit lagi maka aku akan membenarkan dan aku akan menjadi orang yang berbuat baik.
  3. Pembelaan, Shodakoh jenis ini tidak harus dengan harta tetapi juga bisa denga tenaga . Sebagaimana firman Allah di surat at-taubat ayat 41yang arti isinya Berangkatlah kamu ( membela agama Allah) baik dalam keadaan susah maupun mudah, dan berperanglah kamu dengan harta dan dirimu dijalan Allah. Demikian itu lebih baik bagi dirimu jika kamu mengetahui.
  4. Denda / Dam, merupakan jenis shodakoh yang dibayarkan ketika seorang muslim melakukan pelanggaran syariat.
  5. Shodakoh pemberian, dalam harta kita terdapat haknya orang lain yaitu orang yang meminta maupun orang yang tidak meminta. Berdasarkan firman Allah dalam surat Adz-Dzariat ayat 9.
Orang LDII biasanya infaq saat ada di pengajian, mereka langung melempar uang infaq ketika pengajar berkata " Jangan lupa Infaq, yang mau infaq, yang sudah infaq supaya ditambah" dan kata- kata yang serupa lainnya.

Bagi para santri pondok biasanya lebih banyak infaq karena banyak jadwal pengajiannya. Jadwal pengajian di pondok orang LDII bisa dari pagi higga malam. tetapi para santri jarang ada yang mengeluh, jikalau ada mereka hanya mengeluh karena sakit atau mengeluh karena mengantuk hingga tidak bisa mengikuti pengajian secara menyeluruh.

Pemuda dan Pemudi LDII benar - benar sangat bersemangat untuk mengaji bahkan saat hari minggupun mereka kadang juga mengaji, kegiatan mereka sangat padat untuk mengaji, untuk mencari ilmu agama.

Mereka para pemimpin juga meramut para wanita LDII dengan sangat baik, dan Warga yang diramut juga patuh pada yang mermut contohnya tentang masalh aurotnya perempuan mereka para warga LDII benar benar menjaga pada aurot mereka

Itu karena membuka, memperlihatkan, dan menyebarkan aurot kalian itu bukanlah larangan dari manusia, bukan larangan dari nabi Muhammad,bukan larangan dari malaikat, bukan larangan para ulama', bukan juga larangan para ustad / ustadzah, tapi menutup aurot adalah larangan langsung dari Allah S.W.T, larangan langsung dari tuhan yang maha agung, Allah yang memiliki 99 nama yang baik, Allah yang kita sembah, peraturan dari Satu - satunya tuhan yang WAJIB di sembah. Karena itu kita semua, Kalian para wanita Islam, kalian WAJIB menutupi dan merahasiakan rahasia kalian. Merahasiakan Aurot kalian.

Semua laki - laki di dunia diharamkan untuk melihat aurotnya perempuan, kecuali suaminya perempuan, bapaknya permpuan, mertuanya perempuan, anak laki - lakinya perempuan, kakak laki - lakinya perempuan, anak laki- laki dari kakak perempuan nya perempuan (keponakan), anak laki-lakinya kakak laki-lakinya perempuan (keponakan), kakak laki-laki nya bapaknya perempuan (pakde), kakak laki-lakinya ibunya perempuan (pakde), adik laki-lakinya bapaknya perempuan (om/paman), adik laki,lakinya ibunya perempuan (om/paman). Untuk lebih jelasnya kalian bisa lihat di surat an-nur ayat 31.

Catatan : Selain suami tidak boleh diperlihatkan semua aurotnya, bolehnya hanya sebatas rambut, tangan dan kaki.